Rabu, 18 Mei 2011

seorang gadis kecil bernama bar'ah


Samudra Biru - Kisah ini kami bagikan melalui halaman samudra biru, pertama-tama sekiranya berkenan dan dipandang bermanfaat silahkan bagikan kembali ke saudara-saudara kita yang lainnya. Meskipun mungkin sebagian dari Anda sudah pernah membacanya. Kisah seorang gadis kecil sholehah bernama Bar'ah.

Usianya masih terbilang belia, 10 tahun. Bersama kedua orang tuanya yang berprofesi dokter mereka pindah ke Arab Saudi untuk kehidupan yang lebih baik. Pada usia 10 tahun Bar'ah sudah menghafal seluruh Al-Qur'an dengan tajweed.

Gurunya pun mengatakan dia anak yang cerdas dan kemampuannya selangkah lebih maju jika dibandingkan dengan anak seusianya. Keluarga kecil ini berkomitmen menjalankan Islam dengan seluruh ajarannya.

Hingga suatu hari... sang Ibu merasakan sakit perut yang luar biasa, dan setelah diperiksakan diketahui ternyata sang Ibu mengidap kanker yang sudah stadium lanjut/kronis.

Ibu Bar'ah ingin memberitahukan putrinya, terutama jika saat terbangun suatu hari dan tidak menemukan Ibunya di sampingnya..., dan ini yang dikatakan sang Ibu, " Bar'ah, Ibu akan pergi ke surga, tapi Ibu ingin kamu selalu membaca Al-Qur'an dan menghafalnya setiap hari karena kelak ia yang akan menjadi pelindungmu".

Gadis kecil itu tidak paham dengan apa yang Ibunya telah sampaikan. Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan Ibunya, terutama ketika sang Ibu dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolah untuk menjenguk Ibunya dan membacakan Al-Qur'an untuk Ibunya sampai malam, hingga sang Ayah membawanya pulang.

Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu Ayah Bar'ah jika kondisi istrinya sangat buruk, diminta datang secepat yang ia bisa. Tak lupa dia menjemput Bar'ah di sekolah sampai di depan rumah sakit dia menyuruh Bar'ah tetap di dalam mobil, sehingga dia tidak shock jika melihat Ibunya meninggal.

Keluar dari mobil dengan berlinang airmata, sang Ayah menyeberang jalan untuk masuk ke rumah sakit, tanpa disadarinya sebuah mobil dengan kecepatan tinggi datang menabraknya dan meninggal seketika di depan putrinya... tidak terbayangkan bagaimana tangis gadis kecil saat itu ...melihat Ayahnya tercinta terlindas mobil di depan matanya.

Tragedi pilu Bar'ah belum berakhir sampai di sini. berita kematian Ayahnya disembunyikan dari Ibunya yang masih diopname di rumah sakit. Namun setelah lima hari semenjak kematian suaminya, sang Ibu akhirnya menyusul meninggal dunia. Dan kini gadis kecil itu sendirian tanpa kedua orang tua. Melalui perantara orang tua teman-teman sekolahnya kemudian berinisiatif untuk mencarikan kerabatnya yang berada di Mesir, dengan harapan bisa merawatnya.

Tak berapa lama tinggal di Mesir, Gadis kecil Bar'ah mengalami nyeri mirip dengan yang Ibunya dulu alami, oleh kerabatnya ia diperiksakan, setelah melalui serangkaian test didapati gadis kecil Bar'ah ternyata juga mengidap kanker. 

Tapi apa yang dia katakan ketika ia diberitahu tentang penyakitnya, "Alhamdulillah, sekarang aku akan bertemu kedua orang tuaku".  Semua teman-teman dan kerabatnya terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi tapi dia tetap sabar dan ikhlas, dengan apa yang telah ditetapkan Allah untuknya, Subhanallah....

Orang-orang mulai mendengar Bar'ah dan ceritanya, simpati mengalir akhirnya pemerintah Saudi memutuskan untuk mengurusnya serta mengirimkan ke Inggris untuk pengobatan penyakitnya. Salah satu TV Islam [Al-Hafiz] mendapati kontak dengan gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Al-Qur'an. 

Dan ini adalah suara Indah Bar'ah, silahkan Anda dengarkan melalui Video di bawah ini:


Hingga suatu hari pihak TV menghubungi kembali sebelum ia pergi ke Coma [nama sebuah kota] dan dia berdoa untuk kedua orang tuanya serta menyayikan Nasheed, silahkan dengarkan alunan suaranya  yang merdu di bawah ini:


Hari demi hari terlewati, kini kanker telah menyebar ke seluruh tubuh mungilnya, para dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya. Setelah beberapa hari selepas amputasi kaki diketahui kini kanker telah menyebar hingga ke otaknya. Dan oleh dokter diputuskan untuk mengoperasi otaknya. Dan sekarang Bar'ah menjalani parawatan secara intensif di rumah sakit. Mari kita doakan untuknya dan untuk semua anak-anak yang sedang mengalami hal sama dimana pun kini berada.

"Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu".
[Al-Baqarah:45].

Kisah terjadi di tahun 2009 dan Bar'ah kini telah kembali pada sang khalik dia menemui orang-orang yang dicintainya. Ketika kisah Bar'ah ditampilkan di TV2 Timur tengah ribuan orang menamakan bayi perempuannya dengan nama Bar'ah.

Kisah ini kembali kami angkat, dengan mengedit [by admin samudra biru] agar mudah diterima sesuai dengan tata bahasa kita. Jika dirasa manfaat pada halaman samudra biru ini silahkan syiarkan kembali. Salam

0 komentar:

Poskan Komentar