Rabu, 18 Mei 2011

Seberapa Gemuk Tubuh Anda?

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Untuk mengetahui seseorang memiliki kelebihan berat badan atau tidak biasanya dengan mengetahui berat badannya. Tapi selain dari mengukur berat badan, untuk mengetahui seberapa gemuk tubuh Anda bisa dengan mengukur bentuk tulang.

Kunci untuk mengetahui apakah seseorang kelebihan berat badan atau tidak adalah pada tulang paha. Bagian dari tulang paha yang diamati adalah femur, yaitu tulang yang tebal dan berfungsi untuk menahan beban.

Ann Ross, seorang antropologi dari North Carolina State University dan peneliti Gina Agostini mempelajari 121 kerangka dari orang kulit putih. Para ahli antropologi menemukan bahwa orang yang gemuk memiliki tulang femur yang lebih luas.

"Tulang femur ini hampir seperti sebuah dinding penopang yang membuat sesuatu menjadi lebih kuat," ujar Ann Ross, seperti dikutip dari LiveScience, Kamis (24/3/2011).

Ross mengungkapkan banyak orang memiliki kesan bahwa tulang itu tidak hidup. Padahal tulang merupakan jaringan yang sangat hidup dan terus berubah. Perubahan ini terjadi karena adanya tekanan dari bagian atas.

Penelitian lain telah menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki gerakan yang berbeda saat berjalan dibandingkan dengan orang normal. Hal ini karena untuk mengimbangi bobot tambahan yang dibawanya.

Sebuah studi mengungkapkan bahwa orang obesitas akan mengambil langkah-langkah yang lebih luas saat berjalan daripada orang dengan berat badan normal. Perbedaan ini bisa membuat bentuk dari tulang femur berubah.

Hasil studi menemukan pada orang yang memiliki berat badan berlebih dan juga obesitas akan memiliki tulang femur yang lebih luas dari sisi ke sisinya dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal.

Dalam studi ini peneliti juga memperhitungkan usia saat orang tersebut meninggal, jenis kelamin, adanya penyakit tertentu yang bisa mengubah bentuk tulang, keturunan etnis dan penyebab kematian. Hasil studi ini telah diterbitkan dalam edisi Maret Journal of Forensic Sciences.

0 komentar:

Poskan Komentar