Rabu, 18 Mei 2011

Pengobatan Kanker Lebih Efisien dengan Personalized Medicine

Jakarta, Kanker dikenal dengan penyakit yang mahal dan sulit diobati. Tapi dengan konsep pengobatan mutakhir personalized medicine (PM), pengobatan kanker bisa lebih efisien dan murah.

DNA Manusia 99,9 persen identik, namun sisanya sebesar 0,1 persen masih memberikan 3.000.000 variasi genetik yang spesifik antara individu satu dan lainnya.

Perbedaan inilah yang mempengaruhi penampilan, perilaku, kerentanan terhadap penyakit dan juga respons terhadap obat.

"Tiap orang bisa memberikan respons yang berbeda untuk satu jenis obat. Dengan personalized medicine (pengobatan personal) masing-masing orang akan memiliki obat sendiri, sesuai dengan genetiknya," jelas Dr Hera Noviana, Molecular Biologist dari Kalbe Genomics Laboratory dalam acara Round Table Discussion 'Penanganan Kanker dengan Bioteknologi' di Plaza Property, Jakarta, Rabu (18/5/2011).

Dr Hera menjelaskan dalam pengobatan konvensional, pasien yang sakit akan datang ke dokter yang kemudian akan diberikan diagnosis dan pengobatan. Namun bila pengobatan gagal, maka dokter akan memberikan pengobatan lain hingga akhirnya pasien bisa sembuh.

Penggantian obat tidak hanya terjadi sekali, tetapi bahkan bisa beberapa kali yang pada akhirnya akan membuat biaya pengobatan membengkak. Belum lagi waktu yang dihabiskan untuk penyembuhan dan efek samping obat yang harus dihadapi.

"Untuk pasien kanker yang 'berpacu' dengan waktu, pengobatan ini sangat tidak efektif," lanjut Dr Hera.

Berbeda dengan pengobatan konvensional, pada pengobatan personalized medicine pasien yang sakit akan datang ke dokter yang kemudian akan dilakukan uji genetik.

"Dengan melakukan uji genetik, kita bisa menentukan pengobatan yang cocok untuk masing-masing orang, sehingga respons terhadap obatnya pun baik. Ini akan bisa mengurangi biaya dan pengobatan pun aman dan lebih efektif," jelas Dr Hera.

Tak hanya itu, Dr Hera menjelaskan personalized medicine juga menawarkan beberapa keuntungan lain, yaitu:


  1. Deteksi dini pasien yang berisiko mengembangkan penyakit tertentu
  2. Mendapatkan pengobatan yang lebih tepat
  3. Mengurangi toksisitas, terutama bagi pasien yang tidak mendapat keuntungan dengan terapi tersebut.
  4. 'Smart' desain studi klinis
  5. Memaksimalkan potensi obat.

"Yang menjadi landasan dari personalized medicine adalah biomaker (petanda kanker) yang dikembangkan berdasarkan variasi genetik," jelas Dr Hera.

Ada beberapa biomaker dalam personalized medicine, antara lain:

  1. Mutasi KRAS (kanker kolorektal)
  2. Mutasi EGFR (kanker paru bukan sel kecil atau non small cell lung carcinoma)
  3. Metilasi MGMT (glioblastoma)
  4. Mutasi BRAF (melanoma, CRC dan kanker paru)
  5. BRCA ½ (kanker payudara dan kanker indung telur)
  6. MLH1, MSH2, MSI (kanker kolorektal)
  7. Amplifikasi HER2 (kanker payudara)
  8. Ekspresi EGFR (kanker kepala dan leher, serviks dan payudara)
  9. 70-Genes Array MammaPrint (kanker payudara).

"Personalized medicine akan memberikan treatment yang tepat, dengan dosis tepat, untuk pasien yang tepat, pada waktu yang tepat sehingga memberikan hasil yang baik," tutup Dr Hera

0 komentar:

Poskan Komentar