Rabu, 08 Juni 2011

Berkeringat Darah


Dokter belum memastikan penyakit Dora. Juga dukun, mereka tidak menemukan ada kejanggalan.
Rabu, 8 Juni 2011, 11:45 WIB
Elin Yunita Kristanti
Dora Indrianti Tri Murni (Eri Naldi| Sumatera Barat)

VIVAnews -- Entah penyakit apa yang diderita Dora Indrianti Tri Murni. Jika banyak pikiran, darah segar akan  keluar dari pori-pori kulitnya bagai keringat. Saat kondisinya menurun, darah bahkan mengucur dari telinga, mulut, dan hidungnya.

Setelah menjalani perawatan medis sekitar dua minggu di RS M Djamil Padang, Dora akhirnya dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo. Tadi pagi, Rabu, 8 Juni 2011, Dora diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat dari Bandara Internasional Minangkabau.

Satu orang dokter dan perawat ikut mendampingi mahasiswi semester VI, Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta ini. Sebelum dirujuk, wanita muda ini telah menjalani sejumlah tes medis untuk memastikan kondisinya.

Menurut Dokter Sub Spesialis Konsultan Hematologi dan Onkologi Irza Wahid, diagnosis awal menunjukkan pasien terserang diatesis hemoragik (keadaan yang menyebabkan mudah terjadi pendarahan). Diagnosa awal ini juga mengarah pada kelainan trombosit.

Namun, tes ANA (antinuclear antibody test) yang dilakukan dari sampel darah pasien hingga kini belum menunjukkan hasil. Menurut Humas RS M Djamil Padang, hasil tes darah tersebut akan ke luar 11 Juni mendatang. Sebelum dirujuk, Dora sempat dipindah dari Intensive Care Unit (ICU)  ke ruang rawat inap hematologi RS M Djamil.

Indra , ayah Dora, meminta agar putrinya Dora tidak ditanyai banyak hal. "Saya mohon, Dora jangan diwawancarai lagi, kebanyak berpikir darahnya akan ke luar dari pori-pori kepalanya," ujar Indra. Pria 51 tahun itu mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan anaknya. Ia mengaku pasrah dengan kondisi yang dialami anak sulungnya tersebut yang sudah lima tahun hidup mandiri.

Selepas ibunya meninggal, Dora memang tampil sebagai orang tua bagi dua adiknya yang saat itu bersekolah di Padang. Sejak masih duduk di bangku SMA, Indra mengaku, Dora sudah mandiri dan menghidupi kedua adiknya.

Pemegang sabuk hitam taekwondo kerja serabutan untuk membiayai sekolah adik-adiknya dan biaya kuliahnya di Universitas Bung Hatta. Kemampuan beladirinya tersebut yang membuat Dora diterima sebagai petugas keamanan dan mengojek di Bandara Internasional Minangkabau.

Ayah Dora mengaku, tidak ada kelainan genetika yang dialami anaknya. "Saat kecil, semuanya berjalan normal, tidak ada penyakit seperti sekarang," ujarnya. Kondisi ini yang membuat pihak keluarga untuk membawa Dora berobat pada sejumlah ‘orang pintar’ (dukun) untuk melihat apakah anaknya diguna-gunai orang.

Hasilnya tetap nihil. Dukun pun tidak menemukan ada kejanggalan dalam tubuh Dora. Sebelum dirawat di RS M Djamil, Dora juga pernah menjalani perawatan medis di dua rumah sakit swasta di Padang. "Bolak-balik dia ke luar rumah sakit, tapi saya sendiri belum pernah melihat kepalanya berdarah, karena Dora selalu menyembunyikannya dari saya. Baru di sini (RS M Djamil) saya melihatnya sendiri," ungkapnya, sendu.

Dora pun saat ditemui beberapa waktu lalu di ruangan ICU mengaku, tidak terganggu dengan keringat darah yang keluar dari pori-pori kepalanya. "Dulu dalam keadaan berdarah, saya masih bisa kerja, tinggap dilap saja pakai kain," akunya. (eh)
Laporan: Eri Naldi| Padang
• VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar