Rabu, 08 Juni 2011

Domba Selebritis Mati

Domba Selebritis Mati, Selandia Baru Berduka
Dia terkenal setelah berhasil lolos dari pencukuran selama tujuh tahun berturut-turut.
Rabu, 8 Juni 2011, 13:22 WIB
Denny Armandhanu
Shrek, domba selebritis, ketika berusia 9 tahun (AP Photo/FOTOPRESS, Ross Land, File)

VIVAnews - Warga Selandia Baru dirundung duka saat domba kenamaan negara tersebut, Shrek, mati pada Senin lalu. Shrek menjadi selebriti saat dia kedapatan berhasil kabur dari alat cukur selama bertahun-tahun.
Seperti diberitakan Associated Press, Selasa, 7 Juni 2011, penghargaan diberikan kepada Shrek dalam berbagai cara. Di dunia maya, kelompok penggemar Shrek membuat akun Facebook dengan nama "R.I.P Shrek the Sheep" yang telah diikuti oleh lebih dari 4.000 orang.
"Kau adalah domba favoritku Shrek," tulis seorang penggemar.
"Pergi tapi tidak akan pernah dilupakan," tulis penggemar lainnya.
Shrek dikenal pertama kali pada 2004 setelah dia ditemukan bersembunyi di sebuah goa di peternakannya, Bendigo, di pulau South, saat acara pencukuran domba tahunan digelar. Ternyata Shrek berhasil bersembunyi setiap kali hendak dicukur selama tujuh tahun berturut-turut.
Ketika tertangkap dan digunduli, wol yang dihasilkan dari domba jenis Merino ini mencapai berat hingga 27 kilogram, lima kali lipat berat wol normal yang dihasilkan domba lainnya.
Pemiliknya, John Perriam,  yakin Shrek dapat lolos setelah bersembunyi dari goa ke goa dan makan tanaman-tanaman liar di peternakan seluas 11.000 hektar tersebut.
Sejak saat itu, cerita tentang kecerdikan Shrek tersebar luas seantero Selandia Baru. Shrek kerap muncul di acara TV, hanya untuk dicukur. Dia juga menginspirasi tiga buku dongeng yang mengisahkan seekor domba yang keras kepala.
"Dia adalah orangtua yang telah mengajarkan kita banyak hal," ujar Perriam.
Sejak jatuh sakit tiga minggu yang lalu, bayaran Shrek meningkat menjadi US$16.000 (Rp136 juta) sekali tampil. Biaya ini sudah termasuk pelayanan VIP dan perawatan dokter khusus. Perriam memberikan Shrek kandang dan perawat pribadi untuknya. Dia adalah anak emas di antara 17.000 domba lainnya di peternakan tersebut.
Akhirnya, pada Senin, 6 juni 2011, Shrek disuntik mati di usia 17 tahun karena sakitnya tidak kunjung membaik. Shrek adalah domba tertua yang pernah hidup di Selandia Baru. Biasanya, domba di negara ini akan dipotong ketika memasuki usia lebih dari enam tahun.
Rencananya Shrek akan dikremasi dan abunya akan disebar di puncak Gunung Cook, puncak tertinggi Selandia Baru. (adi)
• VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar